LIN Artisan Ice Cream Kemang

Sunday, March 02, 2014

Kali ini gua pergi ke tempat yang diidam-idamkan dari dulu bareng temen-temen, yaitu LIN Ice Cream. Jadi pertama yang ngajakin ke sini tuh si Tika.

Dahulu kala....
Tika : 'Gan! Ada tempat nongki cantik baru, gua baru nemu.
Afgan : Nongki cantik di mana Tik'?
Tika : Namanya LIN Ice Cream, 'Gan. Jadi bikin es krimnya pake nitrogen gitu 'Gan. Kayaknya seru tuh!

Afgan : Di mana dah tempatnya?
Tika : Di Kemang 'Gan...
Afgan : Buset jauh bener dari sini!
Tika : Ayo dong kapan-kapan kita musti ke sono cobain.


Berbulan-bulan kemudian setelah dahulu kala...
Tika : 'Gan! Kita ga jadi-jadi mulu nih...
Afgan : Ga jadi apaan?
Tika : Ga jadi ke LIN Ice Cream! Enci gua malah udah pergi duluan ke sono sebelom gua. TT^TT

Berbulan-bulan kemudian setelah berbulan-bulannya setelah dahulu kala. Akhirnya kesampean juga dah ke LIN Ice Cream! *horeeeee* Ide muncul karena gua ikutan nongki dengan edisi full cowo-cowo only (gua kan cowo ber-casing cewe ceritanya) makan Gulai Tikungan di daerah Blok M, malu sama gembok rumah masih "pagi" uda pulang, akhirnya ngesot ke sini mumpung di Blok M.


Apakah cita-cita terpendam Tika kesampean?
Dulu sebenernya abis jalan edisi komplit, kita uda mau ke sini... ehhh tapi karena uda malem, pada jadi bingung deh baca jalannya gimana ini karena beda dengan keadaan siang. Well, buat yang ga tau, LIN Ice Cream ini ternyata tempatnya rada ngumpet, seinget gua deket Hyde, dan ternyata LIN Ice Cream sendiri tempatnya tepat berada di bawah Umbra.

Jadi, ketemu tulisan Umbra, stop dan cari parkir di situ, lalu intip di bawah tangga di luar Umbra, Ta-raaa! Kita sudah menemukan LIN Ice Cream!

Sayangnya, karena kamera yang gua bawa waktu itu cuma pocket camera, dan gua datang saat malam, dan kamera kurang mumpuni, jadi sayang sekali ga bisa ambil foto fasad luar dari LIN Ice Cream.


Godaan manis, hmmm..


LIN Ice Cream
Interiornya didominasi warna putih bersih dan elemen kayu untuk interior memberi suasana hangat dan menghilangkan kekakuan warna putih itu sendiri. Ruangannya sih ga gede-gede banget, dibagi menjadi 2 bagian, indoor dan outdoor. Untuk indoor sendiri berkapasitas sekitar 20-an orang saja, dan outdoor sendiri kapasitasnya hampir berimbang dibanding indoor.


Salah satu sudut di LIN.


Buat gue sendiri, interior LIN Ice Cream kayak mengangkat tema "rumah mungil" di mana kita berasa dibuat nyaman di dalamnya, seperti rumah sendiri. Karena malem itu rame banget, gua cukup mengeluarkan jurus ambil foto kilat dan ga bisa banyak-banyak hehehehe. Walaupun ga terlalu puas dengan hasil foto yang ada, I guess I just made a right choice to put my DSLR camera inside my closet, not to disturb the people enjoying their weekend with my lens. ;)


Sebenernya di sini kasir buat mesen es krimnya hehe.


Hiasan di salah satu sudut.


Kepo-in proses bikinnya ahhh...
Kalo belom tau, LIN ini yang pertama kalinya ngenalin cara bikin es krim pake nitrogen cair di Indonesia, jadi sebelum es krim-es krim nitrogen lainnya bertebaran di mana-mana di Indonesia, LIN ini bisa dibilang "sesepuh"nya hahaha. Anyway, nama LIN sendiri diambil dari kata "Liquid Nitrogen", yang merupakan unsur kimia yang dipakai di sini.


Mari kepoooo...


Dan teknik ini dipelajari langsung dari Italia, untuk menghadirkan penyajian es krim yang benar-benar berbeda dari yang ada, di mana biasanya kita cuma tau es krim itu dibuat dengan freezer. Di dapur yang kecil dan bersih ini kita bisa liat es krim kita dibuat di balik sekat kaca.


Main asap.


Selesai proses pengadukan.



Pesen apa 'Bi?
Kita pesen dua jenis es krim, yang satu tipe sorbet dan yang satu lagi tipe gelato. Sorbet sendiri biasanya dibuat dari bahan-bahan segar, jadi buah-buahan gitu biasanya, terus langsung diolah dan didinginin, sedangkan untuk gelato bahan utamanya itu dari susu dan krim.


Lemon Sorbet. (Rp 39.000)


Gua pikir, karena berasal dari buah lemon langsung, yah paling teksutrnya akan lebih mengkristal dibanding gelato sendiri. Ternyata pas dicobain, nggak tuh malah lembut banget kayak makan es krim biasa, oke... lebih lembut lagi dari es krim biasa. Warnanya putih bersih, dan rasanya kecut lemon dan segar, di suapan pertama sih gua masih nutup mata karena asam, tapi lama-lama nggak terlalu asam lagi.


Ultimate Chocolate. (Rp 39.000)


Kesukaan gua hohoho, ini sih mantep banget! Es krim ini rasanya lebih coklat, berimbang antara pahit dan manisnya, rasanya juga lebih deep. Teksturnya juga lebih liat dibanding es krim-es krim yang lain, dan lengkap pake choco chip. Buat yang galau mesen rasa apa pertama kali ke sini, gua saranin harus coba yang ini, super duper recommended.



Ultimate Chocolate versi zoom out, HAHAHAHA.


Dan setelah cita-cita ini kesampean..... Tika-nya malah pergi sama cowoknya jadi ga ikut kita HAHAHAHAHAHAH. Jadi pas Afgan upload foto ini di Instagram, si Tika-nun-jauh-di-sana cuma bisa komen.

@kameliakartika : mau oii.
@arsubrata : @kameliakartika sini oii. :p
@kevinkv16 : @kameliakartika @arsubrata ajak si dia kam, huft.

Kame Kame you come come lah here huhuhu.


Mumpung status masih pelajar.


Overall, gua suka banget sama es krim di LIN, kristal es krim lebih halus, lebih creamy baik sorbet maupun gelato, tekstur lebih liat, dan sedikit udara di dalam es krimnya. Ayo coba mampir ke sini, dan buat elo-elo yang statusnya masi pelajar, LIN Ice Cream baik hati karena doi ngasih diskon 10% untuk hari Senin sampe Jumat, horeeeee! #ubicintadiskonan

Happy weekend all!



LIN Artisan Ice Cream
Jl. Taman Kemang 1 No. 6
Kemang Selatan, Jakarta

You Might Also Like

2 comment(s)

  1. sama yang liquid nitrogen ice cream yang di mall apaa gitu yang pernah lo review juga enakan mana bi?
    *asli harganya masih bikin gue gagal paham*
    *culture shock*
    *abaikan*

    ReplyDelete
    Replies
    1. enakan yang ini, hehe. #cobaharganyahargasemarang

      Delete

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Instagram