Cerita Cinta Sang Kupu-Kupu

Thursday, February 24, 2011

Gue tiba-tiba jadi pengen ngetik ini.


Jadi, pas kemarin lagi pelajaran matematika. Abis ulangan, masih ada sisa waktu. Tiap awal bulan ato ada waktu kosong Bu Betty suka bawa buku renungan gitu ato buku apa aja deh.. jadi bikin intermezo, dan selalu dia bacain bacaan cerita buat kita. Kali ini intermezo dia diambil dari buku renungan Katolik gitu.. dan ada satu cerita di buku renungannya, dibacain deh buat anak 11-A. mungkin udah ada yang pernah tau cerita ini?

Hmm gue cari di google kok ga ada yah? Ya udah deh gue ngetik pake bahasa gue sendiri aja.


Begini ceritanya...
Dikisahkan ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Mereka saling setia dan mengasihi. suatu hari si pria sakit keras, dan hampir mau mati, sehingga si wanita selalu menangis setiap malam meminta kesembuhan untuk kekasihnya kepada Tuhan.

Suatu hari ketika dia berdoa, sambil bercucuran air mata.
'Tuhan tolong sembuhkan kekasihku.. jangan ambil dia dariku, aku begitu mencintainya.'

Tiba-tiba Tuhan menjawab doanya.
'Anakku, apa benar kau mencintainya?'

Si wanita menjawab,
'Ya Tuhan aku tulus mencintainya. Sangat. Tolong sembuhkan dia.'

'Apakah kamu sangat ingin dia sembuh?'
'Iya Tuhan itu keinginanku.'
'Apa kamu rela berubah menjadi kupu-kupu selama 3 tahun, dan akan kubuat kekasihmu sembuh?'
'Iya Tuhan, aku rela. Asalkan dia sembuh.'

Akhirnya si wanita berubah menjadi kupu-kupu. Keesokan harinya si pria sembuh total. Dokter yang merawat hampir tak percaya melihat si pria telah sembuh. Kupu-kupu senang, tapi sekaligus sedih karena si pria mencari dirinya, dan tidak menemukan dirinya melihat dirinya sembuh.

'Kekasihku, di mana kamu?'

Sang kupu-kupu hanya bisa menghampirinya, hinggap di bahunya dan mengelus pipinya lembut dengan sayapnya.

'Aku di sini, aku senang kamu sembuh, aku mencintaimu.'
tapi sang lelaki tak tahu bahwa kupu-kupu itu adalah kekasihnya.

Dalam kesendirian, si pria di mana saja tidak dapat menemukan kekasihnya di manapun. Bagai hilang ditelan bumi, kupu-kupu hanya bisa melihat dari kejauhan apa yang kekasihnya lakukan. Dan tak lama musim pun berganti, musim gugur pertama memaksa kupu-kupu untuk pindah agar dapat bertahan hidup. Kupu-kupu pun sedih karena tidak dapat melihat kekasihnya dalam beberapa musim.

Dan akhirnya, musim semi pun tiba. kupu-kupu senang karena bisa kembali lagi melihat kekasihnya. Tapi betapa hancurnya hati si kupu-kupu melihat kekasihnya telah merangkulkan tangannya ke wanita cantik berambut panjang. Si kekasih telah dengan gampangnya berpindah hati, kepada dokter yang telah merawat dia. Kupu-kupu hanya bisa menangis dari kejauhan. Dan saat sang kekasih berjalan dengan si dokter di taman. kupu-kupu hanya bisa hinggap di bahunya, dan ingin berbisik di telinganya bahwa ia sangat menyayanginya. Tapi sayangnya pria itu sungguh tidak mendengar dan bisikan itu hanya bisa didengar kupu-kupu lainnya.

Lalu musim panas pun tiba, ketika itu kupu-kupu harus menempuh perjalanan yang menyakitkan hanya untuk melihat kekasihnya. Setiap harinya ia mencoba hinggap di bahu kekasihnya. Walaupun hatinya teriris-iris melihat si kekasih bergandengan tangan dengan si dokter.

Dan musim gugur pun berganti. kupu-kupu harus pergi lagi meninggalkan kekasihnya.
'Tuhan, jagai kekasihku, terima kasih dia telah sembuh. aku mencintainya.'

Musim terus berganti, kupu-kupu hanya bisa hinggap di bahu si kekasih, dan teringat saat-saat manis ia tertawa bersama, memeluknya, menggandeng tangannya..

Dan pada hari terakhir wanita itu menjadi kupu-kupu, dia berada di bahu si kekasih.
Si kekasih pun sedang bersanding di depan altar gereja dengan si dokter, mengikat janji suci di hadapan Tuhan, berjanji untuk saling mencintai seumur hidupnya.

Tuhan pun bertanya kepada kupu-kupu.
'Ini hari terakhirmu bukan menjadi kupu-kupu?'
'Ya Tuhan, benar', isaknya.
'Lalu, apakah kamu menyesal telah menjadi kupu-kupu?'

'Tidak, saya tidak menyesal.. karena saya sangat mencintainya melebihi apapun. Tuhan, ijinkan saya menjadi kupu-kupu untuk seumur hidup saya.'


Abis itu....
Mata anak sekelas langsung berkaca-kaca, terus udah ada yang mau nangis. Yang anak cowo langsung sorakin si KS, soalnya dia lagi punya semacam 'love story' gitu deh yang rada sejenis sama ceritanya.

Anak-anak : CIEEEE KAESSS!!!!! CIEEEEEEEE!!!!!
Bu Betty : oh KS mau jadi kupu-kupu?

Onel : HA? KAES MAH BUKAN KUPU-KUPU!!! DIA MAH NANTI JADI KECOAAAAAK!!!! HAHAHAHAHAHHH!!!!
KS : Sialan!!!!
Oshin : Wah, kalo jadi kecoak, nanti pas lagi nyamperin ceweknya malah mati diinjek!!!!!


Terus si KS malah bikin cerita dodol lagi dari tu cerita kupu-kupu...
Jere + KS : HAHAHAHAHAHHHH!!!! *ketawa sendiri di belakang gue*
KS : Ubi, Ubi hahahaha. *colek colek*
Gue : Kenapa 'Es?

KS : Nih 'Bi. Misalnya pas lagi pacarnya nikah, si kupu-kupu tiba-tiba berubah jadi manusia lagi. Akhirnya dia nangis-nangis cerita kalo dia tuh berkorban jadi kupu-kupu supaya pacarnya ga mati. Akhirnya pacarnya terharu dan baru tau pengorbanan tu kupu-kupu...

Gue : Terus?
KS : Akhirnya si PACAR LANGSUNG POLIGAMI!!! HAHAHAHAHAHHHH!!!!
gue : =____="


Pesan moral : hmm apa yah, kalo gitu pesan moralnya... jangan mau jadi kupu-kupu deh HAHA.

You Might Also Like

1 comment(s)

  1. bener-bener unconditional love...
    Tapi setahu aku sih cinta itu harus memiliki, tapi kadang kita harus merelakannya pergi untuk kebahagiaan cinta itu sendiri

    Cerita yang bagus, langsung ngakak pas baca kata poligami... hahahha :)

    ReplyDelete

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Instagram